Loading...
Susan201130



Teknik Penyambungan Geotextile pada Proses Konstruksi

Material geotextile sudah banyak diaplikasikan dalam proses pembangunan dan konstruksi seperti kontruksi jalan, fungsi dari geotetxile ini sangat diperlukan. Jenis material ini memang memiliki keunggulan dibandingkan jenis material lain. Untuk memasangnya, ada teknik penyambungan geotextile di lapangan. Bagaimana caranya?


Teknik Penyambungan

Penyambungan geotextile di konstruksi diperlukan untuk suatu aplikasi perkuatan yang memerlukan perkuatan menerus tanpa terputus. Teknik penyambungan geosintetik terdiri dari tumpang tindih, penjahitan, penempelan, pengikatan, pemanasan, pengelasan dan perekatan. 


Beberapa teknik yang disebutkan tadi ternyata hanya sesuai untuk sebagian tipe geosintetik tertentu saja. Salah satu material geosintetik yang memiliki metode teknik penyambungan cukup banyak adalah geotextile


Teknik Tumpang Tindih Sederhana (Simple Overlap Technique) 

Teknik penyambungan ini biasnaya digunakan untuk Geogrid Biaxial dan Geotextile. Lebar tumpang tindih minimum direkomendasikan sebesar 0,3 m, walaupun syarat tersebut dapat lebih besar untuk lokasi-lokasi khusus dan persyaratan konstruksi yang berbeda. 


Jika diperlukan penyaluran tegangan antar gulungan-gulungan geotextile, maka kekuatan yang dihasilkan dari teknik tumpang tindih hanya merupakan friksi pada bagian geotextile yang saling bersentuhan. 


Sedangkan pada geogrid, kekuatan yang dihasilkan berupa friksi dan masuknya material timbunan ke dalam bukaan material geogrid. Meski secara sekilas berbeda, tetapi memiliki konsep yang hampir sama.


Tegangan yang dapat disalurkan melalui teknik tumpang tindih sesungguhnya sangat kecil, kecuali tekanan beban berlebih (overburden pressure) sangat besar dan tumpang tindihnya sangat lebar.


Maka perlu dipertimbangkan pula untuk besarnya beban pada teknik penyambungan material geotextile ini.


Teknik Penjahitan untuk Geotextile

Teknik penjahitan dalam proses penyambungan bisa menjadi alternatif yang lebih praktis dan ekonomis jika lebar tumpang tindih geotextile yang dibutuhkan sangat besar (1,0 m atau lebih). Penjahitan dapat dilakukan di pabrik maupun di lapangan sehingga lebih fleksibel.

Ada beberapa variable yang perlu diperhatikan ketika menggunakan teknik penyambungan jenis ini untuk material geotextile.


Jenis benang

Sebelum mulai menjahit, tentukan jenis benang apa yang akan dipakai. Bahan dasar benang berdasarkan urutan kekuatan dan harga tertinggi adalah polietilena, poliester, atau polipropilena. Durabilitas benang harus sesuai dengan persyaratan proyek.


Tegangan benang

Pada aplikasi di lapangan, benang sebaiknya ditegangkan dengan cukup kencang tetapi tidak sampai merobek geotextile. Tujuannya adalah untuk memperkuat kondisi jahitan.


Kerapatan jahitan

Dalam teknik penyambungan ini biasanya menggunakan 200 jahitan sampai dengan 400 jahitan per meter untuk jenis geotextile ringan. Sementara untuk jenis berat, mengggunakan 150 jahitan sampai dengan 200 jahitan.


Dengan dua teknik penyambungan tersebut, geotextile bisa digunakan dengan baik pada proses konstruksi dengan mudah.

Server IP: 50.18.238.17